Pengalaman Menggunakan Go-Jek

November 01, 2016

Cerita ini tentang pengalaman pertama saya menggunakan Go-Jek. Layanan ojek online yang fenomenal dan menarik perhatian masyarakat Indonesia dengan berbagai cerita dan kontroversinya. Sudah cukup lama layanan Go-Jek ini berkembang namun saya baru mencobanya pertama kali bertepatan dengan closing ceremony studi S2 saya di Jogja minggu ketiga Oktober kemarin. Niat hati mau mencoba Go-Jek sebenarnya sudah lama tapi urung terjadi karena saya agak kurang suka menggunakan layanan-layanan online seperti itu. Hehe :-) Saya akhirnya menggunakan layanan ini setelah kondisi yang memaksa karena kendaraan saya sudah diantar pulang ke Pekanbaru. Kota Jogja yang tidak terlalu banyak angkutan umum yang bisa mengantar hingga ke gang-gang terkecil membuat pilihan untuk akomodasi menjadi terbatas. Di Kota ini orang-orang selalu menggunakan kendaraan pribadi, naik sepeda atau berjalan kaki. Angkutan umum yang tersedia hanya Trans Jogja dan bus kota mini. Tapi kedua angkutan umum ini rutenya hanya tertentu dan terlebih TransJogja harus naik halte yang seringkali jaraknya jauh dari tempat tinggal termasuk dari tempat saya menginap. Bus kotanya pun tidak lewat di semua jalan dan hanya beroperasi sampai waktu tertentu. Makanya para pelancong domestik maupun mancanegara lebih suka menyewa motor ataupun mobil untuk akomodasi mereka selama di Kota Gudeg ini.



[caption id="attachment_646" align="aligncenter" width="600"]go-jek Layanan Go-Jek[/caption]

Menggunakan layanan Go-Jek ini sebenarnya sangat mudah. Tinggal mendownload aplikasinya di Play Store menggunakan gadget kita kemudian setelah terpasang tinggal registrasi dengan memasukkan beberapa data seperti nama, email dan nomor hp. Setelah registrasi kita akan masuk ke menu utama aplikasi dan bisa memilih berbagai layanan. Ada Go-Ride untuk ojek motor, ada Go-Car untuk mobil, Go-Food untuk layanan pemesanan makanan dan sebagainya. Untuk memesan ojek motor tinggal klik pilihan Go-Ride dan kita akan masuk ke halaman untuk mengisi tempat penjemputan dan alamat yang akan dituju. Cukup mengisi inisialnya sistem akan mendeteksi secara otomatis. Jika sudah benar maka akan muncul jarak tempuh dan harga yang harus dibayar nanti. Jika setuju tinggal pesan dan cukup menunggu beberapa detik maka akan ada driver yang menghubungi untuk memastikan alamat penjemputan. Sebuah sistem yang cukup keren menurut saya. Driver Go-Jek yang datang pasti menggunakan jaket hijau khasnya dan kita akan diberikan helm berwarna hijau khas Go-Jek juga. Selama perjalanan sang driver selalu berusaha ramah dengan membawa kita membicarakan berbagai hal. Mungkin sudah aturan untuk drivernya begitu barangkali.



Selain layanan ojek motor kita juga memesan Go-Car layanan seperti ojek tapi mobil. Saya belum pernah mencoba ini dan saya pun kurang tahu di Jogja sudah beroperasi atau belum. Tapi saya punya pengalaman menarik ketika bulan Juli kemarin berkunjung ke Jogja dengan Adik saya. Saat itu tiket pesawat sedang mahal karena masih suasan libur lebaran sepertinya. Jadinya saya memesan tiket pesawat hanya sampai Jakarta dan akan melanjutkan menggunakan kereta api menuju Jogja. Kebetulan tiket kereta api yang murah hanya via Stasiun Pasar Senen. Saya pribadi belum pernah ke stasiun ini dan tidak layanan Bus Damri kesini. Sebelum berangkat saya sempat searching harga taksi dari bandara Soetta ke Pasar Senen. Dari beberapa tulisan yang saya baca ongkosnya kira-kira Rp.150.000. Ketika sudah berada di bandara saya bertanya ke beberapa cleaning service menanyakan nomor taksi mobil. Saya kemudian terhubung dengan beberapa sopir dan mereka minta ongkos RP.300.000. Jauh sekali melesetnya :-) Saya akhirnya deal dengan agen (agen ini mengantar saya ke seorang yang menjadi sopir) seorang sopir dan dia minta Rp.200.000 karena waktu berangkat kereta pun sudah mepet saya tidak mencari yang lain lagi. Di tengah perjalanan sopir ini menjelaskan dia sopir Go-Car dan bertanya kenapa saya tidak memesan via aplikasi saja karena lebih mudah. Saya baru sadar ketika itu dan rasanya mau bertanya berapa ongkos via Go-Car tapi tidak jadi untuk menghargai perasaan sang sopir. Hehe. Saya kemudian iseng mengecek via aplikasi Go-Jek dan ternyata ongkosnya hanya Rp.150.000. Tidak masalah lah hitung-hitung pengalaman :-)



Begitulah pengalaman saya menggunakan layanan ini. Sayang sekali di Kota ini Go-Jek belum ada. Bagi pembaca sekalian silahkan mencoba dan jangan takut. Minimal dapat pengamalan karena pengalaman guru yang sangat berharga. Semoga bermanfaat...



Pekanbaru di pagi hari...



Referensi:




  1. Gojek: The Modernisation of Ojek in Indonesiahttp://megawaitforitfirdaus.blogspot.co.id/2015/09/gojek-modernisation-of-ojek-in-indonesia.html, diakses tanggal 01 November 2016.

  2. TRANS JOGJA Bus Umum yang Aman, Nyaman, dan Terjangkauhttps://www.yogyes.com/id/yogyakarta-transportation/public/trans-jogja/, diakses tanggal 01 November 2016.

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images